Semua Kategori

Dapatkan Penawaran Gratis

Perwakilan kami akan segera menghubungi Anda.
Email
Seluler/WhatsApp
Nama
Nama Perusahaan
Pesan
0/1000
Berita
Beranda> Berita

Standar Pengujian Ketahanan Korosi Komponen Otomotif

Time : 2026-03-07

Standar pengujian ketahanan korosi komponen otomotif terutama meliputi hal-hal berikut:
I. Standar uji semprot garam
1. Uji semprot garam netral (NSS): Misalnya standar internasional ISO 9227. Gunakan larutan garam natrium klorida dengan konsentrasi 50 g/L, dan nilai pH-nya berada dalam kisaran 6,5–7,5. Tempatkan sampel komponen otomotif di dalam ruang uji semprot garam dan semprotkan secara terus-menerus selama periode waktu tertentu. Amati kondisi korosi permukaan, termasuk pengkaratan, penggelembungan, pengelupasan, dan sebagainya, guna mengevaluasi ketahanan korosinya.
2. Uji semprot garam asam (AASS): Tambahkan asam asetat glasial pada dasar uji semprot garam netral untuk menurunkan nilai pH larutan menjadi 3,0–3,1. Uji ini bersifat lebih korosif dan digunakan untuk mensimulasikan ketahanan korosi komponen otomotif di lingkungan ekstrem (misalnya di daerah yang sering mengalami hujan asam).
3. Uji semprotan garam dengan akselerasi tembaga (CASS): Menambahkan tembaga klorida pada dasar uji semprotan garam asam untuk meningkatkan lebih lanjut daya korosif semprotan garam. Uji ini mampu mensimulasikan kondisi korosi komponen otomotif dalam kondisi ekstrem yang sangat keras dalam waktu yang relatif singkat. Namun, perlu dipilih secara cermat durasi dan kondisi pengujian guna menghindari akselerasi korosi yang berlebihan sehingga tidak mampu mencerminkan secara akurat situasi penggunaan aktual.

 

II. Standar uji korosi siklik, seperti serangkaian standar internasional ISO 11997, yang menetapkan berbagai metode uji korosi siklik, termasuk siklus multi-tahap seperti semprotan garam, pengeringan, dan pembasahan, guna mensimulasikan berbagai kondisi lingkungan yang mungkin dihadapi kendaraan bermotor dalam penggunaan aktual, misalnya kejadian bergantian antara kelembapan, pengeringan, dan semprotan garam. Melalui pengujian siklik berulang, ketahanan korosi komponen otomotif dalam lingkungan kompleks dapat dievaluasi secara lebih komprehensif.

 

III. Standar ketahanan lekat lapisan dan ketahanan korosi
1. Untuk komponen otomotif dengan lapisan, seperti cat, lapisan anti-korosi, dll., standar terkait ketahanan lekat lapisan dan ketahanan korosi harus dipatuhi. Sebagai contoh, standar internasional ISO 2409 menetapkan metode pengujian ketahanan lekat lapisan serta mengevaluasi kekuatan ikat antara lapisan dan substrat komponen melalui uji potong kisi.
2. Seri standar ISO 4628 menetapkan metode evaluasi tingkat korosi, seperti penggelembungan, perkaratan, dan pengelupasan lapisan, guna menentukan apakah ketahanan korosi lapisan memenuhi persyaratan.
IV. Standar bahan
1. Untuk bahan yang digunakan pada komponen otomotif, terdapat standar internasional yang sesuai untuk menetapkan indikator seperti komposisi kimia, sifat mekanis, dan ketahanan korosi.
2. Sebagai contoh, untuk bahan baja tahan karat, standar internasional ISO 15510 menetapkan komposisi kimia, sifat mekanis, dan persyaratan ketahanan korosi untuk berbagai mutu baja tahan karat.
3. Untuk bahan paduan aluminium, serangkaian standar internasional ISO 6361 menetapkan persyaratan teknis dan metode pengujian untuk lembaran, profil, serta produk lainnya dari paduan aluminium, termasuk pengujian ketahanan korosi bahan.

Dapatkan Penawaran Gratis

Perwakilan kami akan segera menghubungi Anda.
Email
Seluler/WhatsApp
Nama
Nama Perusahaan
Pesan
0/1000